Kriteria Untuk Menjadi Seorang Pesumo Yokozuna

Menjadi seorang yokuzuna merupakan hal yang paling diinginkan oleh para atlet sumo yang mana mereka sangat mengharapkan adanya sebuah penghargaan dari gelar ini. Pada gelar ini tidak membatasi kuota bahkan pada beberapa orang pernah mendapatkan gelar yokozuna sekaligus 4 orang secara bersamaan. Pada kriteria ini tidak diperlukan kriteria yang khusus untuk para pesumo.

Kekuatan dan keterampilan seorang pegulat yang biasanya dipertimbangkan berdasarkan turnamen terakhir yang diikuti. Pegulat berperingkat ozeki harus menjuarai 2 kali turnamen atau mempunyai “prestasi yang setara” untuk dapat memenuhi syarat menjadi Yokozuna. Dalam 3 turnamen, Ozeki harus bisa menempati urutan kedua (runner up) sebanyak 2 kali dengan 1 kali menjadi juara, yang mana pada masing-masing harus diraih dengan minimum 12 kali menang sebelum memenuhi syarat “prestasi yang setara” untuk diangkat menjadi pesumo Yokozuna.

Dalam kata lain, pegulat sumo juga harus memiliki prestasi yang mapan sebelum bisa diangkat menjadi seorang Yokozuna. Ozeki yang sudah 2 kali menjadi seorang juara dalam turnamen tetap dianggap tidak memenuhi syarat sebagai Yokozuna kalau sering kalah dalam 4 turnamen lain. Peraturan pengangkatan Yokozuna sebetulnya bersifat luwes, sehingga dewan pengangkatan Yokozuna serta pada asosiasi sumo bisa menggunakan kriteria yang lebih lunak atau lebih ketat dalam mengambil keputusan.

Jumlah kemenangan yang ada dalam turnamen, teknik yang dipakai sewaktu menang dan kualitasnya, serta sebab kekalahan yang dijadikan sebagai faktor-faktor yang dapat menentukan pengangkatan Ozeki menjadi seorang Yokozuna. Kepribadian dan wibawa tinggi yang dijadikan syarat (hinkaku) agar bisa menjadi seorang Yokozuna lebih adalah syarat bersifat subjektif. Pegulat yang mempunyai peringkat Ozeki yang bernama konishiki konon tidak pernah diangkat menjadi seorang Yokozuna karena berasal dari Hawai.

Beberapa anggota asosiasi sumo bahkan telah menyatakan di hadapan publik bahwa pegulat sumo yang berasal dari luar negeri tidak akan pernah bisa memenuhi hinkaku sebagai seorang yokozuna. Dalam perkara Konishiki, asosiasi sering menyebut banyak masalah lain seperti halnya adalah berat badan. Beberapa Ozeki lain juga pernah tidak diangkat-angkat menjadi Yokozuna karena beberapa alasan yang tertentu. Pada tahun 1950-an,  Chinoyama harus menunggu sebelum diangkat menjadi pesumo Yokozuna karena masih terlalu muda walaupun sudah berhasil memenangkan 2 kali turnamen.

Mengenal Tentang Sumo Yokozuna

Sumo merupakan perpaduan kekuatan dan kedisiplinan termasuk tata cara makan yang didasarkan pada hirarki. Photo: 4.bp.blogspot.com

Disamping prestasi yang baik di arena yang berbentuk melingkar dengan ukuran tertentu yang disebut dengan dohyo ini,  seseorang yang akan dinobatkan sebagai pesumo Yokozuna harus melalui seleksi yang cukup ketat dari komite yang terdiri dari sesepuh sumo, pemuka agama dan beberapa unsur  masyarakat lainnya yang akan menentukan apakah secara norma dan moral pesumo tersebut pantas  dinobatkan menjadi seorang Yokozuna.

Itu sebabnya tidak heran jika penobatan sebagai Yokozuna tidak saja merupakan peristiwa besar bagi para pesumo namun juga berita besar bagi Jepang dan seluruh dunia.  Sosok Yokozuna dianggap sebagai lambang prestasi dan juga panutan untuk masyarakat.

Kisah kemanusiaan ini bermula ketika seorang pemuda yang berasal dari Mongolia yang berusia 16 tahun yang mempertaruhkan nasibnya di Jepang untuk menjadi seorang pesumo. Pemuda yang bernama Harumafuji ini berhasil memperlihatkan keuletan dan kepiawaiannya dalam mengalahkan lawannya dan mendorong lawannya keluar dari arena. hingga pada akhirnya pada tahun 2012 Harumafuji berhasil meraih rangking tertinggi dalam olahraga sumo yaitu Yokozuna.

Kebanggaan, kemegahan,  prestasi dan reputasi  Yokozuna Harumafuji yang kini telah berusia 33 tahun ini  dalam 2  bulan terakhir ini hancur lebur akibat terlibat kasus kekerasan fisik terhadap para juniornya yang bernama Takanoiwa yang juga berasal dari Mongolia pada bulan Oktober tahun 2017 yang lalu.

Kasus ini menjadi pemberitaan yang cukup besar di Jepang mengalahkan pemberitaan tentang program nuklir Korea Utara. Kasus ini terungkap ke muka umum akibat tercium oleh press. Pada kasus ini Harumafuji mengakui kesalahannya karena telah memukul kepala Takanoiwa dengan remote control mesin karaoke pada tempat karaoke yang bernama Tottori.

Alasan kenapa Harumafuji melakukan tindak kekerasan terhadap juniornya ini adalah karena Takanoiwa menganggap bahwa ia tidak menghargai Harumafuji sebagai seniornya ketika sedang memberikan arahan dengan memperhatikan HP nya.  Akibatnya Takanoiwa langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat karena menderita geger otak dan retak pada tengkorak kepalanya.

Dalam olahraga sumo hieraki senioritas  memang sangat ketat sampai pada halnya  menu makanan, tatacara makan serta akomodasi pun harus berdasarkan urutan prestasi dan juga senioritas. Tradisi hirarki yang sangat ketat ini akan mewarnai cara hidup menjadi seorang pesumo.

Sumo adalah perpaduan kekuatan dan kedisiplinan yang termasuk tata cara makan yang didasarkan pada hirarki. Memberi pelajaran bagi para junior agar timbul respek memang sudah menjadi budaya pada olahraga sumo, namun tetap saja kekerasan yang dilakukan oleh Harumafuji dianggap tidak lazim karena dikategorikan sebagai tindak kriminal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang Yokozuna yang menjadi panutan bagi para juniornya. Akibat dari tindakan kekerasan tersebut tentunya sudah dapat dibayangkan karena akan menjadi berita yang besar  tidak saja di tingkat nasional namun juga pada tingkat internasional.

Seleksi Atlet Sumo Untuk Bisa Menjadi Yokozuna

Pegulat yang mempunyai peringkat Ozeki akan diangkat sebagai Yokozuna setelah melewati seleksi yang sangat ketat. Yokozuna diharapkan untuk terus ikut pada setiap turnamen dan pegulat yang sudah menyandang gelar Yokozuna tidak bisa diturunkan lagi mengenai peringkatnya. Yokozuna diminta mengundurkan diri bila sudah tidak mampu lagi melakukan kompetisi dengan pegulat papan atas.

Kenaikan peringkat Ozeki menjadi Yokozuna merupakan salah satu proses bertahap. Setelah turnamen sudah berakhir, Majelis Pertimbangan Yokozuna akan mengadakan rapat untuk membahas penampilan yang masing-masing pegulat sumo divisi atas. Majelis Pertimbangan Yokozuna adalah badan independen dengan anggota yang terdiri dari pengamat olahraga sumo (pada kalangan orang biasa dan bukan bekas pegulat sumo) yang diangkat oleh Badan Asosiasi jepang.

Share Now

Related Post

Leave us a reply