Fakta Menarik Mengenai Atlet Sumo

Sumo adalah salah satu olahraga tradisional yang berasal dari negeri sakura yaitu Jepang yang sangat populer yang  sudah ada dari 1.500 tahun lalu. Asal usul olahraga sumo yaitu bagian dari ritual agama shinto, ring sumo bahkan bisa ditemukan di banyak kuil di negara Jepang. Walaupun hanya ada di negeri Sakura saja, olahraga ini menyimpan beberapa fakta yang cukup unik dan masih banyak belum banyak diketahui oleh orang-orang. Simak di bawah ini yuk untuk menyimak fakta-fakta unik mengenai olahraga sumo.

Beberapa waktu yang lalu olahraga ini terkena kasus korupsi serta mengandung unsur perjudian, namun olahraga ini tetap menuai banyak minat di dunia. Terlebih lagi olahraga ini tidak hanya populer di negara Jepang, akan tetapi hingga ke mancanegara. Bahkan Mongolia menjadi salah satu penghasil Atlet Sumo yang baik beberapa waktu belakangan ini. Di sisi lain ada fakta yang unik dari para pemain sumo ini, apa sajakah faktanya?? Ini dia beberapa rangkuman mengenai olahraga sumo yang populer hingga ke mancanegara.

Beberapa Fakta Menarik Olahraga Sumo

  1. Pemain wanita

Pada zaman dahulu, olahraga sumo tidak hanya dimainkan oleh laki-laki saja. Sumo juga dimainkan oleh wanita. Akan tetapi, saat ini Asosiasi Sumo di negara Jepang melarang adanya pemain wanita bertanding di dalam ring. Hal ini disebabkan karena sumo identik dengan kekuatan fisik serta  kekerasan. Meski tidak diperbolehkan mengikuti kejuaraan, pementasan sumo wanita masih bisa dilakukan jika dengan tujuan hanya untuk hiburan semata.

  1. Nggak harus gemuk

Kalau mendengar olahraga sumo, sebagian orang pasti akan langsung membayangkan para pemainnya yang berbadan gemuk. Akan tetapi, ternyata pemain sumo tidak mesti berbadan gemuk, lho. Pesumo zaman dahulu bahkan cenderung mempunyai badan yang kurus namun harus memiliki otot dan juga tenaga yang kuat.

       3. Pemain Sumo Berasal Dari Luar Jepang

Meski menjadi olahraga tradisional Jepang, gak hanya orang Jepang asli yang diperbolehkah mengikuti olahraga ini. Orang asing-pun diperbolehkan untuk mengikuti olahraga ini meski harus mengikuti beberapa syarat seperti fasih berbahasa Jepang dan mengerti budaya-nya. Saat ini para pemain asing sumo cukup banyak yang berasal dari luar Jepang, mereka biasanya berasal dari Mongolia, Rusia, Turki, Eropa Timur, atau Korea.

        4. Latihan yang keras

Jangan berpikiran bahwa karena para pemain yang kebanyakan gemuk, membuatmu berpikir bahwasanya kehidupan para pesumo ini hanya makan tidur saja, ya. Justru sebaliknya, para pesumo harus rajin olahraga dan latihan yang sangat keras supaya memiliki tenaga yang kuat untuk menjatuhkan lawan di ring pertandingan.

       5. Hidup tradisional

Karena sumo merupakan salah satu olahraga tradisional Jepang, para pesumo ini juga memiliki aturan untuk selalu menggunakan kimono dan juga sandal kayu setiap hari. Mereka harus selalu hidup tradisional dan bertingkah laku secara sopan dan santun.

6. Rambut Panjang

Seorang sumo diharuskan untuk bisa memanjangkan rambutnya agar bisa diikat dan membentuk chonmage, yakni gaya rambut yang mirip samurai pada zaman edo. Mereka tetap menghargai sekali budayanya ya.Ternyata gak semua pesumo diwajibkan untuk berbadan besar, namun justru harus memanjangkan rambut. Dari keenam daftar di atas, fakta mengenai olahraga sumo manakah yang belum kamu ketahui?

Mongolia Sebagai Dominan Atlet Sumo Terbesar

Untuk ketiga kali Hakuho kembali ke pojoknya untuk menjumput segenggam garam, dengan raut  wajahnya yang penuh dengan konsentrasi, matanya menyipit dan fokus, sementara itu para penonton yang ada di Gedung Ryougo Sumo menanti pertarungan dengan tegang. Dia berputar keliling, melempar garam ke udara dan bergerak maju ke tengah dohyo, atau ring, sambil memukul paha kiri dan memberi semangat diri yang merupakan ritual para atlet pesumo sebelum bertanding. Lawan yokozuna, juara tak terkalahkan, asal Mongolia ini berdiri tegap di hadapannya, seorang pesumo yang asal Jepang bernama Kisenosato.

Dia adalah penghalang Hakuho meraih kemenangan bersejarah. BeberapaBeberapa detik kemudian, Hakuko menahan serangan awal lawan berupa pukulan dan dorongan sebelum menjejakkan kakinya, memanfaatkan momentum untuk mendorong Kisenosato keluar dari ring dan meraih kemenangan ke-13 kali berturut-turun di Kejuaraan Tahun Baru ini. Hakuho kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepala.

Piala Kaisar ke-33nya ini berhasil direbut sementara kejuaraan itu masih menyisakan dua hari pertandingan. Yokozuna yang berasal Mongolia berhasil memecahkan rekor sumo kejuaraan Tahun Baru dan mulai mempraktekkan nilai inti sumo yaitu mempunyai martabat yang baik. (Reuters/Kyodo) Sejarah sumo telah ditulis ulang dan upayanya melewati rekor Taiho pada turnamen ini sudah berhasil diraih.  Kemenangan bersejarah pesumo yang berusia 29 tahun ini pada Jumat (23/1) malam juga menjadi pengingat bahwa olahraga khas Jepang ini telah berhasil dikuasai oleh para pegulat yang berasal dari Mongolia, baik di ring maupun dalam catatan pada sejarahnya.

Dari Abad ke-17 hingga sekitar 100 tahun lalu, kejuaaraan pertandingan olahraga sumo hanya dikuasai oleh pesumo asal Jepang, namun sekitar 100 tahun lalu pesumo kelahiran negara lain mulai ikut dalam beberapa pertandingan-pertandingan. Gelombang pertama kedigdayaan pesumo asing ini bernuansa Polinesia ketika Takamiyama menjadi pembuka jalan bagi para atlet pesumo asal Hawaii di akhir 1960-an, sebelum Konishiki menjadi terkenal pada dua dekade kemudian, dan Akebono menjadi yokozuna asing pertama pada tahun 1993.

Kejayaan Sumo Asal Mongolia

Musahsimaru dari Samoa berhasil menjadi orang asing kedua yang telah meraih gelar yokozuna ketika dipromosikan ke jajaran tertinggi pesumo pada tahun 1999, dan 12 kali kemenangan basho yang diraihnya menjadi awal dominasi atlet sumo asing yang diambil alih oleh Mongolia melalui Asashoryu.

Saat ini, ketiga yokozuna berasal dari negara Mongolia – Hakuho, Harumafuji dan Kakuryu – setelah juara sumo asal Jepang pensiun pada tahun 2003, dan juara sumo asal Jepang terakhir terjadi sembilan tahun yang lalu ketika Tochiazuma memenangkan kejuaraan basho ketiga dan terakhirnya. Sementara itu, untuk para penggemar sumo di mancanegara, namun Jepang mengeluhkan akan  kurangnya pesumo lokal di tingkat atas, direktur jenderal Edo-Tokyo Museum Makoto Takeuchi merasa pada situasi ini diterjemahkan secara berlebihan.

“Sebagai orang Jepang, saya menyesalkan bahwa rekor kejuaraan yang dicetak pesumo Jepang dipecahkan oleh orang asing. Ini benar,” kata Takeuchi yang mengajar sejarah olahraga ini kepada para pesumo baru. “Saya sebenarnya tidak perduli kebangsaan dari para atlet pesumo, selama mereka berupaya mengerti dan belajar arti dari  sumo.”

Share Now

Related Post

Leave us a reply